Jangan Sampai Ketipu! Ini 7 Cara Cek Emas Asli atau Palsu (KW)

Saat harga logam mulia sedang melambung tinggi, instrumen emas sering kali memikat banyak orang untuk berinvestasi. Namun, tingginya minat masyarakat ini justru sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan dengan menjual emas palsu (KW) atau emas bodong.

Modus yang paling sering terjadi adalah menyepuh logam murah (seperti kuningan atau perak) dengan sedikit lapisan emas luar, lalu menjualnya dengan harga miring. Sebagai investor yang cerdas, kamu tidak boleh mudah tergiur dengan iming-iming harga di bawah pasaran.

Jika kamu curiga dengan emas perhiasan atau batangan yang kamu miliki, segera praktikkan 7 cara mendeteksi emas asli atau palsu berikut ini untuk menghindari kerugian finansial!

Mulai Investasi Emas Sekarang!

7 Cara Mudah Membedakan Emas Asli dan Palsu

Kamu bisa melakukan pengecekan mandiri di rumah dengan alat-alat sederhana. Berikut adalah panduannya:

1. Amati Cap atau Tanda Fisiknya

loader
Amati tampilan fisiknya

Cara paling pertama adalah mengamati wujud fisik emas tersebut. Lazimnya, produsen perhiasan atau emas batangan resmi selalu menyertakan cap/ukiran kecil (sertifikasi) pada fisik emas.

  • Emas batangan atau perhiasan asli umumnya memiliki ukiran angka yang menunjukkan kadar karat (seperti 24K, 23K, 22K) atau tingkat kehalusan (fineness) seperti angka 999 atau 999.9.

  • Jika tidak ada cap sama sekali, kamu patut waspada.

2. Gosok Permukaannya, Perhatikan Warnanya

Ini adalah tes yang sangat mudah. Pegang emas tersebut dan gosok kuat-kuat menggunakan telapak tangan atau jari telunjukmu selama beberapa detik.

  • Jika setelah digosok warnanya tetap kuning berkilau, kemungkinan besar itu emas asli.

  • Sebaliknya, jika warnanya memudar, terlihat belang, atau memunculkan warna logam lain di bawahnya, bisa dipastikan itu adalah logam sepuhan (palsu).

3. Tes Gigit Emas (Hati-hati!)

loader
Gigit emas

Pernah melihat atlet olimpiade menggigit medali emasnya? Metode tradisional ini ternyata punya dasar sains. Emas asli merupakan golongan logam mulia yang memiliki sifat lunak. Semakin tinggi kadar karatnya (seperti 24 karat), semakin lunak wujud fisiknya.

  • Coba gigit sedikit permukaan emas tersebut. Jika meninggalkan sedikit bekas tekanan gigi, itu adalah emas asli. Jika keras dan tidak membekas, itu kemungkinan logam campuran biasa. (Catatan: Lakukan dengan pelan agar tidak merusak gigi atau struktur emas perhiasanmu).

4. Dekatkan dengan Magnet

Emas adalah logam yang bersifat non-magnetis. Artinya, emas tidak akan menempel atau tertarik oleh daya magnet.

  • Siapkan sebuah magnet (lebih baik magnet neodymium yang kuat), lalu dekatkan pada emas. Jika emas tersebut langsung menempel atau tertarik oleh magnet, sudah sangat jelas benda tersebut bukanlah emas murni, melainkan logam besi yang dilapisi cat emas.

Baca Juga: Harga Emas Tembus Rp 1 Juta per Gram, Saatnya Jual atau Beli?

5. Goreskan pada Kertas atau Keramik

loader
Uji coba dengan kertas atau keramik

Kamu bisa memanfaatkan kertas atau piring keramik putih polos yang permukaannya sedikit kasar.

  • Cukup goreskan emas secara perlahan ke permukaan kertas atau keramik.

  • Jika goresan meninggalkan jejak garis berwarna hitam, bisa dipastikan benda tersebut adalah emas palsu. Jika tidak meninggalkan bekas sama sekali (hanya keramiknya yang mungkin lecet tanpa garis hitam), itu adalah emas asli.

6. Uji Reaksi Kimia dengan Asam Nitrat (Nitric Acid)

Ini adalah cara yang sering digunakan oleh profesional. Meneteskan cairan Asam Nitrat ke permukaan emas akan memunculkan reaksi warna tertentu:

  • Tidak berubah warna: Emas murni/asli.

  • Berubah kehijauan: Logam besi atau kuningan berlapis emas tipis.

  • Berubah seperti warna susu: Logam perak berlapis emas.

7. Kunjungi Toko Emas Resmi atau Pegadaian

loader
Kunjungi toko emas resmi

Jika kamu ragu untuk melakukan tes sendiri karena takut merusak fisik emas, langkah paling akurat adalah membawanya ke ahlinya. Kunjungi toko emas langgananmu, Butik Emas Antam, atau kantor Pegadaian. Mereka memiliki mesin pemindai khusus (X-Ray Fluorescence) dan cairan kimia standar laboratorium yang bisa mendeteksi kadar karat emas dengan keakuratan 100%.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Keaslian Emas)

1. Apakah emas asli bisa menghitam jika dibakar?

Emas murni (24 karat) tidak akan menghitam atau berubah warna saat dibakar (dipanaskan). Namun, untuk emas perhiasan (seperti emas 18 karat yang dicampur tembaga), pemanasan ekstrem bisa memunculkan sedikit warna kusam karena reaksi campuran logamnya, bukan karena emasnya palsu.

2. Apakah semua emas perhiasan tidak akan menempel magnet?

Ya, pada dasarnya perhiasan berbahan dasar emas tidak akan menempel pada magnet. Namun, pada beberapa jenis perhiasan kalung atau gelang, bagian pengaitnya (clasp) terkadang mengandung logam pegas baja agar bisa mencengkeram kuat. Bagian pengait inilah yang mungkin sedikit tertarik magnet, namun rantai utamanya tidak akan tertarik.

3. Bagaimana cara memastikan keaslian emas batangan dalam kemasan (CertiCard)?

Untuk emas batangan modern seperti keluaran Antam CertiCard, kamu tidak perlu membuka segel kemasannya (membuka segel akan menurunkan harga jual). Cukup unduh aplikasi CertiEye di ponselmu, lalu scan barcode yang ada di bagian belakang kemasan. Jika asli, aplikasi akan menampilkan logo Antam dan tulisan "AUTHENTICATED".

Selalu Beli di Tempat Resmi!

Mengecek keaslian fisik emas memang gampang-gampang susah bagi orang awam. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah kerugian akibat emas palsu adalah langkah pencegahan di awal.

Jangan pernah tergoda membeli emas fisik dari sumber yang tidak jelas (seperti akun perorangan di media sosial) hanya karena harganya miring. Pastikan kamu selalu berinvestasi emas melalui instansi resmi (Pegadaian, Butik Antam, bank) atau melalui platform emas digital berlisensi Bappebti.